Tampilkan postingan dengan label pemasaran digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemasaran digital. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2021

Melalui metode incremental, tahap analisis dan perancangannya diawali dengan pengumpulan kebutuhan user yang berkaitan dengan E-Commerce yang di bangun. Peranan analisis pada tahapan ini sangatlah penting sebagai fasilitas dalam mengetahui kebutuhan user. Aktifitas ini memeriksa kebutuhan-kebutuhan untuk kenyataan, konsistensi, dan kelengkapan yang dibutuhkan dalam pembuatan software. Pengumpulan data merupakan komponen yang penting dalam tahap analisis ini. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai pemilik, observasi dan studi dokumen. Penulis mendeskripsikan segala hal yang diperlukan dalam rangka pengembangan sistem. Untuk mempermudah pemahaman kebutuhan dari sistem, penulis membaginya kedalam dua jenis kebutuhan yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan nonfungsional. Kebutuhan fungsional adalah kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem. kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan yang menitikberatkan pada properti prilaku yang dimiliki oleh sistem. E-Commerce penjualan barang olah raga akan dibangun dengan penerapan strategi back-end dan front-end. Dimana back-end merupakan halaman yang di khususkan bagi admin untuk mengelola E-Commerce tersebut. Sedangkan halaman front-end disediakan untuk end-user dalam hal ini pengunjung webiste, baik yang hanya sekedar ingin melihat informasi maupun bagi para konsumen yang ingin membeli barang. Oleh karena itu, sekarang sudah banyak digital agency yang menawarkan jasa pembuatan company profile untuk membantu mempromosikan perusahaan secara digital.

Tahap implementasi software development adalah proses mengubah sebuah sistem spesifikasi ke dalam sebuah system yang sedang berjalan. Tahap ini selalu melibatkan proses software design termasuk juga melibatkan perbaikan dari Software specification. Setelah melakukan analisa kebutuhan sistem, tahap selanjutnya adalah mendesain sistem. Sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sistem penjualan barang online berbasis web. Untuk mempermudah dalam pemahaman model arsitektur dari sistem yang dikembangkan, maka penulis akan menyajikan model dari arsitektur sistem penjualan online. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web. Model arsitektur ini mendeskripsikan rancangan dari perangkat lunak disisi web server dan komputer client. Web server menggunakan apache, script PHP dan database MySQL. Secara umum pengguna dari E-Commerce ini adalah pengelola Toko dan para pengunjung. Pengelola Toko melakukan manajemen konten seperti manambah data, merubah data, menghapus data dan mencari data. Manajemen konten dilakukan sesuai dengan proses bisnis Barcelona Sport yang terkait dengan promosi profil dan aktivitas Toko. Sedangkan pengunjung mengakses informsi yang ada dihalaman web dari tempat dimana tersedianya koneksi internet. Bahkan, saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan digital agency yang menawarkan jasa pembuatan company profile untuk membuatkan websitenya.

Kamis, 18 Maret 2021



Merumuskan strategi pemasaran berarti melaksanakan prosedur tiga langkah secara sistematis, bermula dari strategi segmentasi pasar, strategi penentuan pasar sasaran, dan strategi penentuan posisi pasar. Perumusan startegi pemasaran juga sudah ada layanannya yang disediakan oleh beberapa digital agency yang manwarkan layanan jasa social media marketing dan management. Ketiga strategi tersebut adalah kunci di dalam manajemen pemasaran, diantaranya yaitu:

1. Strategi Sagmentasi Pasar (segmenting)

Kotler & Amstrong (2012:46) segmentasi adalah membagi sebuah pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli dengan keinginan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda-beda. Menurut Tjiptono dan Chandra (2012:150) pengertian segmentasi pasar dapat diartikan sebagai proses mengelompokan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku dan/atau respon terhadap program pemasaran spesifik. Dari paparan diatas dapat diartikan bahwa segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan– satuan pasar yang bersifat homogen.

2. Strategi Penentuan Pasar Sasaran (targeting) Targeting adalah proses mengevaluasi dan memilih satu atau beberapa segmen pasar yang dinilai paling menarik untuk dilayani dengan program pemasaran spesifik perusahaan (Tjiptono dan Chandra, 2012:162). Targeting atau pasar sasaran adalah tahapan dimana perusahaan memilih segmen pasar untuk dimasuki dan kemudian perusahaan dapat menentukan lebih spesifik pasar yang akan dituju.

3. Strategi Penentuan Posisi Pasar (positioning) Positioning adalah cara produk, merek, atau organisasi perusahaan dipersepsikan secara relatif dibandingkan dengan produk, merek, atau organisasi pesaing oleh pelanggan saat ini mapun calon pelanggan (Tjiptono dan Chandra, 2012:162) 

Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau Langkah langkah yang dilakukan oleh perusahaan dalam upaya penawaran nilai dimana dalam satu segmen tertentu konsumen mengerti dan menghargai apa yang dilkakukan sutu perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya. Jadi positioning bukan menciptakan produk dengan menempatkan pada segmen tertentu, tetapi positioning menempatkan produk di benak konsumen pada segmen tertentu dengan cara komunikasi. Bahkan, sebagian perusahaan mengandalkan digital agency yang layanannya jasa social media marketing untuk membantu komunikasi perusahaan.

Contact us

Nama

Email *

Pesan *